Sebuah karya Ayu Utami yang menyindir era perpolitikan negeri tercinta ini, saat para aktivis harus bermain kucing-kucingan dengan para ‘penegak’ negara karena dianggap menyebarkan propaganda yang menjerumuskan.
3/23/09
Larung
Sebuah karya Ayu Utami yang menyindir era perpolitikan negeri tercinta ini, saat para aktivis harus bermain kucing-kucingan dengan para ‘penegak’ negara karena dianggap menyebarkan propaganda yang menjerumuskan.
The Bonesetter's Daughter
Ruth tak pernah menduga bahwa sosok ibu yang dipikirnya amat merepotkan sejak menderita Dementia ternyata memiliki sejarah hidup luar biasa yang mengungkap jati diri dan nenek moyangnya.
Foto bibi tersayang yang selama ini bersembunyi di bilik dompet ibunya, dan diakui sebagai pengasuh ibunya, ternyata adalah seorang putri tabib tulang terkenal yang juga adalah neneknya.
Upaya Luling, sang ibu, saat berusaha mengambil hati keluarga Lu hanyalah sia-sia belaka karena ia tak lain adalah anak jadah dari pengasuhnya. Belum lagi dengan perjuangannya saat berjibaku di panti asuhan milik Amerika. Situasi perang antara Jepang dan kaum nasionalis membuat keadaan makin bertambah runyam dan tak pasti. Suami pertama, Kai Jing telah menjadi korban perang. Tak ada lagi harapan tersisa, selain meretas asa di tanah jauh yang bebas dari kutukan, Amerika.
Kini, waktu merambat semakin cepat. Ruth tak ingin kehilangan kesempatan membahagiakan ibunya. Nyaris terlambat, karena ia baru saja mengetahui banyak kenyataan dan kebenaran tentang ibunya.
3/20/09
The White Castle
Judul : The White Castle
Pengarang : Orhan Pamuk
Penerbit : Serambi
Tahun :
Bukan kehendakku untuk pada akhirnya terdampar di negeri asing, apalagi untuk menjadi seorang budak. Tapi apa daya, takdir punya alurnya sendiri.
Namun semua mimpi buruk yang semula kupikirkan jadi berubah saat aku bertemu dengan Hoja, seseorang yang amat mirip denganku. Aku bahkan begitu kaget dengan kemiripan kami yang amat nyata. Dia lah yang menyelamatkanku dari hukuman jagal pasha. Kemudian ia lah yang menjadi tuanku selama beberapa lama.
Sampai kapanpun, kebersamaan kami takkan aku lupakan. Aku selalu merindukan saat kami duduk bersama dalam satu meja saling berhadapan dan menceritakan dosa masing-masing. Kami selalu sibuk menulis kisah-kisah menarik dan menafsirkan mimpi untuk sultan yang menyukai binatang. Kami saling bahu membahu kala membuat persiapan pesta kembang api, hingga mewujudkan ambisinya membuat senjata yang paling menakutkan. Namun kini aku tak tahu dimana ia berada, sejak kegagalan dalam perang menakhlukkan istana putih.
The White Castle adalah sebuah karya Orhan Pamuk terbaru. Masih tetap mengeksplorasi dunia dan budaya timur dengan setting Istanbul Turki di jaman kesultanan abad 17an, tampaknya novel ini jauh lebih ringan dan sederhana daripada produk terdahulunya, My Name is Red, yang telah membawanya menjadi peraih nobel sastra. Namun sekilas gaya Orhan Pamuk kali ini tampak mirip dengan Oman Maalouf.
Walau demikian, The White Castle amat layak menjadi bacaan pilihan Anda, apalagi mengingat nama besar Orhan Pamuk yang sudah tak diragukan lagi.
