
The Husband
Dean Koontz
Penerbit Alvabet
Agustus 2007
Itulah yang dialami oleh Mitch Rafferty, tokoh utama dalam Novel “The Husband” karya Dean Koontz, pengarang terkenal Amerika, yang masuk dalam urutan teratas novel terlaris di negaranya.
Mitch hanyalah seorang tukang kebun sederhana yang selalu berpikir positif dan menganggap bahwa dunia dan sekelilingnya dipenuhi oleh keindahan dan kebaikan yang tulus. Namun pandangan hidupnya berubah seketika setelah istri tercintanya, Holly, tiba-tiba disandera oleh para penculik yang nampaknya cukup profesional dan meminta tebusan 2 juta dollar tanpa adanya keterlibatan polisi. Mulanya Mitch berpikir bahwa para penculik tersebut pasti salah sasaran karena ia hanyalah orang biasa yang tidak mungkin mendapatkan uang sejumlah tersebut. Rekeningnya sendiri hanya memiliki sebelas ribu dollar. Namun ketika para penculik itu kemudian menuntun dan memberi petunjuk bagaimana cara ia mendapatkan uang tersebut, akhirnya Mitch mengetahui motif para penculik, yang sebenarnya sasaran utama mereka adalah kakak kandung tersayangnya yang ternyata bersifat jauh dari dugaannya. Kakak yang selama ini dianggapnya sebagai pengayom dan pelindung adik-adiknya, kakak yang dianggapnya orang paling sukses namun sangat baik hati, ternyata tak lebih seperti seorang monster bermuka dua berdarah dingin dan tak berperasaan, yang bahkan tega membunuh kedua orang tuanya sebagai aksi balas dendam atas perlakuan masa kecilnya yang menjengkelkan.
Mitch, seorang yang sederhana dan berhati lurus, kini dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus sendirian dalam melawan kejahatan dan kebengisan yang menghampiri dirinya. Hanya dengan satu kekuatan luar biasa -- yakni kekuatan cinta, Mitch kini telah berubah menjadi sosok yang tangguh, gesit, tabah dan penuh strategi. Demi cintanya pada Holly, istrinya, Mitch akan melakukan apapun, bahkan termasuk menjadi seorang pembunuh sekalipun.
Dalam the husband, Koontz menulis dan bercerita dengan gaya yang sangat detail dan kronologis, sehingga pembaca bahkan bisa berdebar-debar dan berkeringat tiap-tiap mengikuti aksi-aksi yang penuh kejutan dalam novel ini. Pun pembaca mudah memahami pesan-pesan moral tersirat yang hendak disampaikan novel ini.
Meski ahli dalam mencipta novel-novel jenis thriller penuh misteri yang fantastis, namun Koontz kemudian menjadi sosok moralis dalam tiap-tiap bukunya (tak terkecuali dengan the husband). Sedang dalam the husband sendiri, salah satu hal yang hendak disampaikan Koontz pada para pembacanya yakni, bahwa pada dasarnya kehidupan di dunia ini hanya terdiri dari sisi-sisi hitam dan putih saja. Sedang faktor lain maupun sebab dari aspek psikologi dalam diri manusia atau sekitarnya, hanyalah riak-riak gelombang dalam air kehidupan semata.
Diantara karya-karya Koontz, the husband lebih melibatkan dan menekankan aspek-aspek psikologi. Tiap-tiap karakter yang ada, entah itu Mitch ataupun para penculik itu sendiri, tak lepas dari keterlibatan sisi-sisi psikologi dalam dirinya.
The husband yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebanyak 408 halaman oleh penerbit Alvabet pada bulan agustus 2007 ini bisa menjadi pilihan buku yang asyik dibaca bagi penggemar novel thriller. Apalagi brand yang telah diraih sebagai novel terlaris menurut versi NewYork Times yang telah diterjemahkan dalam 20 bahasa di 22 negara, The Husband sangat layak direkomendasikan.

