2/8/09

Kalatidha


Kalatidha

Seno Gumira Ajidarma

PT Gramedia Pustaka Utama

Januari 2007

Cetakan pertama


Sebuah kisah di era tahun 1965an memang bukanlah cerita biasa bagi negeri Indonesia tercinta. Saat para jendral kita terbantai dengan keji demi sebuah perebutan tampuk pimpinan dan kekuasaan, saat itu pulalah sang singa pembalas dendam bangkit menunjukkan aumnya. Kancah politik yang bergolak tak hanya melibatkan para pemimpin dan pemain langsungnya, melainkan juga menyeret segenap unsur terkecil dari masyarakat tak berdosa.

Peristiwa tandingan yang dianggap mengakhiri ternyata malah tak kalah keji.

Berikutnya, pembantaian para antek dan pengikut PKI, bahkan hingga yang sekedar dicurigai PKI dianggap sebagai pembersihan. Namun gambaran itu malah tak kalah brutal dan membabi buta. Terlukislah sebuah Kalatidha. Gambaran kegilaan yang merebak dalam hiruk pikuk kelabilan politik, ketakmapanan idealisme, dan keraguan keyakinan.

Melalui kuburan gadis kecil dalam hutan bambu, Seno Gumira Ajidarma mengantar pembaca meresapi rasa dibalik kegilaan, menuntun dibalik alur lain yang tak disinggung. Melalui sosok tukang kibul yang menghabiskan waktu di penjara sembari membaca kumpulan kliping milik kakaknya dan berkelana lintas dunia, SGA mengajak pembaca berkelana menyaksikan sosok perempuan yang menjadi gila karena kebiadaan, kemudian berubah menjadi sosok jelita penuh senjata tajam yang berkelebatan dari atap ke atap demi sebuah alibi balas dendam di masa silam.


No comments: